2

[Fanfic] I Wanted You To Feel The Same

Image

Title: I Wanted You To Feel The Same

Author: cupcakes95

Cast: Seo Joohyun, Oh Sehun

Genre: Romance (Maap ya seperti biasa keju)

Length: Oneshot

Rating: PG 13

Note: Aku ga tau ada typo apa enggak, karena biar udah aku cek aku tuh orangnya selebor, jadi kalo ada typo dimaklum aja ya. Oh iya, mudah-mudahan kalian ga bosen ya baca cerita keju bikinan author macem gini terus hahahaha. Selamat membaca!

Continue reading

Advertisements
9

Ice Cream

 

Title: Ice Cream

Cast: Seo Joo Hyun, Oh Sehun, Kai

Author: cupcakes95 (CK93)

Genre: Fluff

Length: Drabble

Ulalala lalalala /nyanyi paparazzi/ aku post ff baru lagi~ dan kali ini aku bawa cerita ringan, rquest-an beberapa orang kkkk. Maaf ya belum post Seokyu lagi T_T ide buat ff seokyu sebelumnya masih setengah jalan hehehehe. Tapi aku usahain buat update secepatnya. Nah, silahkan baca ff yang sebenernya niatnya mau sweet tapi kayaknya malah jadi aneh. Selamat membaca!

Continue reading

19

Saranghae, Noona….

Title: Saranghae, Noona.

Cast: Seo Joo Hyun, Oh Sehun

Genre: Family, sad, tragedy, angst

Length: Oneshoot

Rating: PG 13

Author: cupcakes95 (CK93)

 

Yak, balik lagi dengan ff lain. Bedanya yang ini bukan ff pairing kesukaan saya hahahahaha. Dari genrenya aja udah keliatan bukan romance, jadi bukan pairing-pairingan ^^ bikin ff ini karena tiba-tiba otak menghasilkan sebuah ide yang tidak terduga aja. Selamat membaca! ^^ ps: Maaf ya kalo ada typo, dimaklum aja matanya seliweran.

Continue reading

2

Fanfiction: Schicksal (fate) 1

Title: Schicksal (Fate): Fate 1

Cast: Seo Joo Hyun, Cho Kyuhyun

Genre: Romance, Friendship, School life

Type: Series

Author: CK93 (cupcakes95)

 

Aloha~~~ kembali lagi dengan ff series lainnya, tapi yang ini sepertinya akan jadi short series. Ampun ya Allah, aku masih banyak hutang ff yang lain, kenapa aku nulis ff lagi. Hiks T_T maafin aku ya pembaca sekalian, habis selalu ada ide yang tiba-tiba muncul di kepala dan aku pasti spontan nulis itu. Karena kebiasaan yang merepotkan itu, hutang ff aku makin menggunung. Padahal masih ada 3 ff series yang belum aku tamatin TTTTT_TTTTT mohon sabar yaaaaaaaa (sabarnya keterlaluan ini mah)

Oh iya, aku ini 95 lines jadi kalo mau manggil aku panggil aja… siapa ya? Terserah deh asal jangan thor kkkk~~

Selamat membaca!

P.S: **(seohyun) ~~(kyuhyun)

Continue reading

13

Fanfiction: Farewell

Title: Farewell

Cast: Cho Kyuhyun & Seo Joo Hyun

Genre: Romance, sad, tragedy.

Type: Oneshoot

Author: CK93

 

Kembali dengan FF geje ini -_- FF series ku yang lain belum aku lanjutin. Masih buntu >.< hehehehe. Selingannya ini aja dulu ya ~.~ mungkin FF ini sangatlah aneh dan kalimatnya hancur semua =_= paling ga bisa bikin kata2 puitis, mau puitis mentok-mentoknya malah maksa -____-“” maaf ya bikinnya genrenya gini lagi gini lagi, emang senengnya sama jenis cerita begini sih ._. hehehe. Happy reading!

 

Takdir…. Memang tidak ada yang bisa mengubahnya. Disaat semua terasa sempurna, akan datang badai besar yang mungkin siap untuk menghancurkan semua kebahagian yang ada. Tuhan memang kadang bertindak tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Tidak selalu semua yang kita harapkan bisa jadi kenyataan bukan? Tapi… tidak semua orang bisa menerimanya. Ada saat diwaktu kita berharap Tuhan tidak melakukan itu, dan ada saat waktu kita berharap takdir tidak akan berkehendak sesuka hatinya, menghancurkan segalanya……

 

__

 

Suara mesin pendeteksi jantung masih bergema di dalam ruangan itu. Sang gadis masih tertidur lelap dengan selang inpus yang melekat pada beberapa bagian tubuhnya. Gadis itu perlahan membuka matanya, mengerjap-ngerjap dan melihat sekelilingnya. Matanya terhenti pada sesosok lelaki yang sedang tertidur pulas di hadapannya sambil menggenggam tangannya. Senyum manis terbingkai sempurna di wajahnya. Dia menggerakkan sebelah tangannya perlahan berharap sang lelaki tidak akan terganggu dan mulai mengelus rambut cokelat ikal lelaki itu. Tapi ternyata sang lelaki cukup peka dengan apa yang dilakukan gadisnya. Lelaki itu terbangun dan dengan spontan membuka matanya.

“Joo Hyun….” lelaki itu bersuara, suaranya terdengar parau. Penampilannya terlihat berantakan. Matanya sembab, bibirnya pucat, rambutnya yang ikal terlihat sangat berantakan.

“Hai Oppa. Wow, kau terlihat benar-benar berantakan. Well, siapa yang sedang sakit sekarang?” sang gadis terkekeh kecil, mencoba mencairkan suasana. Tetapi ternyata lelucon yang dilontarkan gadis itu tidak cukup hangat untuk mencairkan suasana.

“Oppa, jangan tatap aku seperti itu. Tatapanmu benar-benar menyeramkan, mungkin jika orang lain menatap oppa dia akan segera pingsan di tempat.” Gadis itu kembali melontarkan lelucon kecilnya. Berharap sang lelaki akan segera bersuara, atau setidaknya tersenyum. Tapi gagal, sang lelaki masih menatap gadis itu dengan tajam. Guratan kecemasan dengan jelas terpancar dari wajahnya.

“Oh, ayolah oppa. Aku baik-baik saja sekarang. Jangan berlebihan.” Gadis itu  –Seo Joo Hyun– mulai meluncurkan aksi aegyo-nya. Perlahan, wajah sang lelaki –Cho Kyuhyun– mulai melunak, senyum hangat terbingkai indah di wajah tampannya. Dengan gerakan perlahan Kyuhyun mengacak gemas rambut Seohyun. Seohyun tersenyum lega melihat lelakinya mulai tersenyum.

“Oke, baiklah nona Seo. Apa yang kau butuhkan sekarang?” Kyuhyun bertanya dengan senyum di wajahnya.

“Hm…. Yang aku butuhkan…. Apa ya?” Seohyun mencoba berpikir. “Aku mau boneka keroro yang baru~~~”

“Astaga, bisakah kau menyingkirkan kodok jelek itu dari topik pembicaraan kita. Aku baru saja membelikanmu boneka keroro kemarin, dan sekarang kau menginginkannya? Lagi?” Kyuhyun membulatkan matanya dan menggeleng pelan.

“Hehehehehe, ayo oppa, coba berteman dengan Sersan Keroro. Oh iya, kalau kau? Apa yang kau butuhkan sekarang oppa?” Seohyun bertanya sambil menatap lembut wajah Kyuhyun.

“Yang aku butuhkan? Yang aku butuhkan sekarang……” ‘yang aku butuhkan sekarang hanyalah kau. Kebahagiaanmu, senyum manismu, dirimu, adalah yang benar-benar aku butuhkan searang.’

“Yang aku butuhkan sekarang… rahasia.” Kyuhyun menjulurkan lidahnya keluar. Seohyun yang mendengar jawaban Kyuhyun mulai menggembungkan pipinya kesal dan memukul pelan bahu Kyuhyun.

“Ish, kau menyebalkan oppa. Oh iya, kapan aku bisa keluar dari rumah sakit?” Kyuhyun menghentikan tawanya sejenak lalu diam.

“Aku tidak tahu. Tapi yang pasti tidak sekarang. Keadaanmu masih belum stabil.” Kyuhyun mencoba memperingati Seohyun.

“Oh, oppa~~~ ayolah~`”

“Tidak.”

“Ayolah~”

“Tidak.”

“Oppa~”

“Tidak dan tidak.”

“Huh, baiklah kalau tidak pulang bisakah aku pergi berkencan denganmu?” Pertanyaan Seohyun sontak membuat Kyuhyun kaget.

“Tentu tidak sekarang oppa. Besok. Ayolah~” Seohyun kembali merengek.

“Aish, Joo Hyun jangan coba merayuku. Kau pasti tahu jawabannya. Tidak.” Kyuhyun masih tetap pada pendiriannya.

“Oppa, please, sekali saja ya? Besok?” Seohyun menatap Kyuhyun kali ini dengan tatapan yang cukup membuat Kyuhyun terdiam. Tatapan sendu, tatapan kesedihan yang baru Kyuhyun lihat. Kyuhyun mendesah lalu mengacak rambutnya frustasi.

“Ugh, oke, baiklah, besok ya.” Kyuhyun akhirnya mengalah. Dan Seohyun tentu saja kaget dengat jawaban Kyuhyun tadi.

“Yeay!” Seohyun memperlihatkan sederetan gigi putihnya kepada Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun hanya bisa tersenyum, tipis. Dia merasa ragu dengan keputusan yang diambilnya tadi….

 

 

“Hwaaahhh!!! Oppa, lama tidak kemari ternyata bunga yang kita tanam bersama tumbuh dengan subur!” Seohyun berteriak sambil berlari-lari kecil mengitari kebun yang cukup kecil itu. Kebun itu adalah kebun yang dia buat bersama dengan lelakinya, Kyuhyun.

“Hei, Joo Hyun, jangan lari-lari begitu, nanti kau bisa jatuh!” Kyuhyun mencoba memperingati Seohyun dan mengejarnya,

“Hehehehe, aku hanya terlalu bersemangat oppa. Ternyata setelah 5 bulan aku tidak pernah kesini kau merawat kebun yang kita buat dengan baik oppa.” Seohyun membalikan tubuhnya, lalu tersenyum hangat. Langkah Kyuhyun seketika terhenti. Kyuhyun terdiam dengan pemandangan di hadapannya. Gadisnya benar-benar cantik dengan balutan dress berwarna krem lalu selimut kecil yang menutupi bagian bahunya. Sinar matahari pagi semakin memperindah pemandangan di hadapannya. Walaupun wajah gadis itu pucat tetapi Kyuhyun masih bersyukur, sampai saat ini dia masih bisa melihat senyum malaikat itu.

“Oppa, kemari!!!” Seohyun berteriak dari jauh dan melambaikan tangannya. Kyuhyun menatap gadis itu sebentar lalu berlari dan berteriak, “Ada apa?”

“Lihat oppa, ternyata banyak bunga dandelion yang tumbuh.” Seohyun berkata dengan penuh ketertarikan, matanya takjub melihat pemandangan di depannya. “Ternyata selama aku tidak keluar, musim semi hampir saja berakhir.” Seohyun terdiam sebentar, lalu tersenyum lembut sambil menatap bunga di hadapannya. “Aku ingin seperti bunga dandelion yang bisa tumbuh kuat padahal dia hanyalah tanaman liar. Aku ingin seperti bunga dandelion yang bisa hidup dengan bebasnya. Dan aku ingin seperti bunga dandelion yang bisa hidup kembali walaupun sudah tertiup angin.” Kyuhyun merasakan tenggorokannya tercekat dengan perkataan Seohyun tadi. Apa maksud gadis itu? Kyuhyun menatap Seohyun yang masih tetap tersenyum melihat bunga. Dengan satu hentakan, Kyuhyun mencabut sebatang bunga itu. Seohyun menatap Kyuhyun heran, tangannya terlihat sibuk membuat sesuatu.

“Oppa, apa yang kau lakukan? Masa kau men–” ucapan Seohyun terhenti ketika melihat Kyuhyun melingkarkan bunga tadi –yang entah bagaimana bisa berubah menjadi cincin– dengan indahnya di jari manis Seohyun. Seohyun menatap cincin bunga itu sebentar lalu pandangannya beralih kepada sesosok lelaki tampan di hadapannya.

“Aku tidak bisa memberikanmu cincin emas atau berlian sekarang, tapi pasti suatu saat nanti akan. Sekarang aku wakilkan dulu dengan cincin dandelion ini.” Kyuhyun menggenggam tangan Seohyun erat. “Dengar, tidak perlu kau seperti bunga dandelion yang bisa tumbuh dimana saja, tidak perlu kau seperti benteng kokoh yang kuat untuk bertahan. Kau hanya perlu menjadi Seo Joo Hyun, seseorang yang benar-benar aku butuhkan dalam hidupku, wanita yang mengisi kehidupanku, seseorang yang kelak akan mengucapkan janji setia di depan altar bersamaku, seseorang yang….. akan menghabiskan waktu hidupnya bersamaku.” Kyuhyun berkata sambil menatap Seohyun lembut, senyum manisnya terpatri indah di wajahnya. Berbanding terbalik dengan Seohyun yang tercengang dengan apa yang baru saja Kyuhyun katakan tadi. Cairan bening perlahan menjatuhi pipinya, tidak, dia bukan menangis karena sedih tetapi dia menangis karena rasa bahagia yang membuncah. “Saranghae…” Kyuhyun berkata lembut lalu mengecup puncak kepala Seohyun. Tangis Seohyun semakin pecah. Bagimana bisa dia begitu beruntung memiliki lelaki yang begitu mencintainya dengan separuh hidupnya. Baginya, Kyuhyun adalah napasnya, oksigennya, dan mataharinya. “Nado saranghae oppa….” Kyuhyun mengulum senyumnya ketika mendengar Seohyun mengatakan itu. Kyuhyun menarik tubuh Seohyun lembut dan mendekapnya. Seohyun menyambut pelukan Kyuhyun diiringi tangisnya yang semakin membesar. Kyuhyun mempererat pelukannya dan mengusap lembut kepala Seohyun. Kyuhyun melepaskan pelukannya dan memegang kedua sisi wajah Seohyun, Kyuhyun mendekatkan wajahnya dan berkata, “Ini akan menjadi milikku” sambil mencium puncak kepala Seohyun, “Ini juga.” Lanjutnya sambil mencium kedua mata Seohyun, “Ini” sambil mencium hidung Seohyun, “Dan ini.” Sambil mencium lembut pipi Seohyun, Terakhir lelaki itu berkata, “Dan yang terakhir.. ini.” Sambil mengecup singkat bibir Seohyun. Gadis itu membulatkan matanya, kaget dengan aksi yang dilakukan Kyuhyun tadi. Melihat wajah polos Seohyun, Kyuhyun hanya bisa terkekeh pelan lalu kembali menarik lembut tubuh Seohyun dan kembali mendekapnya.

 

 

Seohyun dan Kyuhyun duduk bersama di bawah pohon yang cukup rindang untuk melindungi keduanya dari sinar matahari yang cukup menyengat. Kepala keduanya bersandar pada batang pohon yang besar itu. Mereka berdua menutup matanya, menikmati semilir angin yang dengan asyiknya membelai lembut wajah keduanya. Tangan Kyuhyun yang besar menggenggam erat tangan kecil Seohyun. Hangat. Itulah yang keduanya rasakan.

“Oppa..” Seohyun memanggil Kyuhyun pelan.

“Hm…” Kyuhyun hanya bergumam dengan matanya yang masih tertutup.

“Op…pa…” suara Seohyun terdengar parau. Kyuhyun membuka matanya lalu menatap Seohyun. Seketika tenggorokannya tercekat. Pikirannya kalut, seperti ada batu besar yang menghantamnya. Seperti ada lubang besar yang menganga yang siap membuat Kyuhyun terjatuh kapan saja.

“Seohyun!!!”

 

 

“Seohyun, aku mohon, bertahanlah.” Kyuhyun menggenggam erat tangan Seohyun. Seohyun hanya menatap Kyuhyun lemah.

“Saranghae…” Seohyun berbisik.

“Seohyun… aku mohon bertahanlah, demi aku Seohyun. Bertahanlah.” Suaranya bergetar.

“Maaf Tuan, silahkan tunggu di luar.” Sang dokter berkata sambil menahan Kyuhyun lalu masuk ke dalam ruangan Seohyun dan menutup pintu. Kyuhyun berjalan dengan gontai dan duduk d kursi tunggu. Dia menaikkan kedua kakinya ke atas kursi dan menelungkupkan wajahnya. Air mata yang sedari tadi ditahannya, tumpah seketika melihat keadaan gadisnya. Tubuhnya bergetar hebat. Apa yang harus dilakukanya sekarang? Kyuhyun berdiri lalu berjalan dengan cepat keluar rumah sakit. Saat di jalan dia berpapasan dengan Sunny dan Taeyeon. Sahabat Seohyun.

“Oppa, kau mau kemana?” Tanya Sunny melihat Kyuhyun yang sedang berjalan terburu-buru. Kyuhyun tidak menghiraukan perkataan Sunny malah mempercepat langkahnya dan berlari. Napasnya menggebu-gebu. Hanya satu tempat yang dia tuju. Gereja.

 

 

Kyuhyun melipat kedua tangannya dengan erat, memejamkan matanya. air matanya masih jatuh.

“Tuhan…. Tolong… jangan sekarang…. Jangan sekarang kau membawa dia pergi dari sisiku.” Dia berdoa dengan sisa-sisa tenaganya yang ada.

“Tuhan, dia adalah oksigen ku. Jangan kau ambil dia dari sisiku. Jangan sekarang…..” air matanya semakin deras.

“Dia… separuh hidupku, matahariku, pusat kehidupanku. Lindungi dia ya Tuhan. Selamatkan dia ya Tuhan.” Tubuhnya bergetar hebat. dia beraharap Tuhan mendengar doanya atau lebihnya Tuhan mengabulkan doanya.

 

 

Kyuhyun berjalan dengan gontai, buntut matanya menangkap kumpulan bunga dandelion di pinggir jalan. Kyuhyun berhenti sebentar. Dia berjalan mendekati kumpulan bunga dandelion itu, seketika otaknya memutar kembali kejadian di kebun tadi. Dengan cekatan Kyuhyun mencabuti beberapa helai bunga dandelion itu, gerakannya seketika terhenti ketika seorang ahjumma mendektinya,

“Untuk apa kau mencabuti bunga dandelion itu tuan?” wanita setengah abad itu bertanya. Kyuhyun menghentikan aktifitasnya lalu menatap ahjumma di sebelahnya.

“Aku ingin memberi bunga ini kepada kekasihku.” Kyuhyun menjawabnya dengan nada datar dan sorotan mata yang sedih.

“Untuk kekasihmu? Bunga dandelion? Kenapa kau tidak membeli bungan yang lebih bagus saja?”

“Dia… menyukai bunga ini. Sangat menyukainya.” Kyuhyun berkata singkat.

“Wah kekasihmu pasti senang memiliki pacar seperti anda.”

“Ahjumma, apakah bunga bisa membuat seseorang hidup lebih lama? Apakah bunga ini bisa melindungi kekasihku? ” ahjumma itu terlihat berpikir sebentar lalu tersenyum.

“Bunga memberikan kehidupan kepada semua orang. Walaupun bunga itu tidak melindungi kekasihmu, setidaknya bunga itu bisa membuat gadismu tersenyum.”

Kyuhyun terdiam lalu berkata, “Terimakasih ahjumma.”

Dia membalikkan badanya dan dia merasa handphonenya bergetar. Dia merogoh sakunya dan menjawab panggilan telepon itu.

“Yoboseo? Hyung?”

 

 

“Sekali lagi!”

Kyuhyun menatap nanar pemandangan di hadapannya, bunga yang dari tadi digenggamnya jatuh entah kemana. Hanya tersisa dua helai bunga dandelion di tangannya. Sepertinya bunganya yang lain terbang terbawa angin ketika Kyuhyun berlari. Kyuhyun melihat keadaan gadisnya yang sedang berjuang keras di dalam. Beberapa dokter terlihat sedang menyelamatkan gadisnya dengan susah payah.

“Sekali lagi!” lagi dan lagi terdengar suara dokter yang masih berteriak berusaha menyelamatkan Seohyun.

“Tidak sekarang. Aku mohon.” Changmin –kakak Seohyun– berbisik. Dia menangis melihat keadaan adiknya.

“Seohyun, tolong, bertahanlah. Aku, kau, Taeyeon, dan Sooyoung bukankah sudah berjanji akan pergi berlibur bersama nanti? Seohyun….” Air mata seketika menjatuhi pipi Sunny dan Taeyeon.

“BEEEEPP” terdenga suara mesin yang bersamaan dengan alat yang menunjukan garis lurus.

Dokter di dalam ruangan terlihat sudah menghentikan aktifitas tadi. Mereka tertunduk. Dalam. Kyuhyun membelalakkan matanya, tangisnya pecah –lagi– seketika. Gadisnya, mataharinya, pusat kehidupannya, sudah pergi… selamanya…..

 

Seohyun POV

 

Sayup-sayup kudengar suara gesekan dan sengatan listrik di dadaku. Tapi mataku tidak bisa terbuka. Aku berjuang sekuat tenaga untuk membuka mataku. Aku ingin memperlihatkan senyum cerahku kepada Kyuhyun dan kembali menanam bunga bersama. Aku masih ingin mendengar suaranya. Merasakan sentuhannya. Menatap wajahnya. Terlambat… sekarang benar-benar terlambat…. Aku akan menghilang bagaikan debu.

 

Napas terakhirku

 

Semua gelap

 

Aku lelah

 

Aku pergi…. Sekarang….

 

Permintaan terakhirku. Tuhan bahagiakan dia, lindungi dia. Jangan pernah Engkau hilangkan senyum hangat itu, dan tolong hapuslah air matanya. Hapuslah setiap kesedihan yang tertanam di dalam hatinya dan tanamlah bibit kebahagian untuknya……

 

Saranghae…. Kyuhyun oppa.

 

 

Kyuhyun POV

 

Seohyun, aku melepasmu sekarang. Namamu, wajahmu, dirimu, semuanya, akan selalu hidup untukku.. kita berpisah disini, tapi pasti akan bertemu di kehidupan selanjutnya.

 

Tuhan, jagalah dia di sisi-Mu. Aku rela melepasnya sekarang. Dia, hidupku, oksigenku, napasku. Tolong sampaikan padanya, aku selalu membisikan namanya di setiap helaan napasku, aku selalu manjaga senyumnya di hatiku, aku selalu… mencintainya di setiap detak jantungku…

 

Saranghae…. Seo Joo Hyun…

 

-END-

            Sounds weird y abaca FF ini -_- entah gimana aku ngerasa FF ini datar dan mellow sekali T_T pasaran pula ceritanya. Tapi yg lagi terlintas di otak ya cerita begini #efekgalau terimakasih buat yg udh mau baca FF aneh ini ;__; oh iya, kalo ga bisa kasih komentar disini bisa mention ke twitter aku aja @Seooobbb_ ^^ makasih ^^ dan fyi, beberapa adegan disini ada yang aku ambil dari asianfanfics, tp aku lupa deh judulnya apa ._.