(Fanfiction) Stay

Title  : Stay

Cast  :  Seo Joo Hyun

           Cho Kyu Hyun

           Choi Sooyoung

           Shim Changmin

           Jung Soo Jung

           Choi Minho

Genre : Romance, comedy, friendship

Author: Cupcakes95

Maaf kalo ada typo ya, aku udah ngecek tapi berhubung aku orangnya slebor jadi pasti (atau biasanya) ada yang kelewat. Sebelumnya, ini ada soundtrack (Ceilaaahh) buat ff ini hehehe, aku kasih link aja ya Savina & Drones – Stay (buat yang penasaran ^^)

Happy reading!

Seohyun beranjak dari kasurnya dengan malas. Dengan langkah yang diseret, gadis itu berjalan menuju kamar mandi. Dia menatap pantulan dirinya di kaca.

“Wajah ku jelek sekali jika baru bangun seperti ini.” Dia mencuci wajahnya lalu mencium baju yang sedang dia pakai.

“Ew, bau alcohol. Memang semalam aku minum banyak?” gumamnya.

“Seohyun!” terdengan teriakkan dari luar. Seohyun hapal betul dengan suara itu, siapa lagi jika bukan Sooyoung.

“Cepat mandi lalu pergi ke minimarket! Tolong belikan aku koyo! Badan ku sakit semua karena semalam!” lanjutnya.

Seohyun mendengus kesal, bagaimana bisa temannya itu menyuruhnya untuk membelikan koyo, sementara yang semalam mengajaknya untuk berpesta gila-gilaan adalah dia (Sooyoung) sendiri.

**

“Dasar gadis gila, bisa-bisanya dia menyuruhku untuk membeli koyo!” Seohyun berjalan dengan kesal. Walau marah, tetap saja ujung-ujungnya Seohyun tetap menuruti apa yang diperintahkan Sooyoung.

“Dimana koyo sialan itu? Akan kuberi tambahan cabai di dalamnya agar lebih panas!” sungutnya.

Seohyun berjalan sambil menenteng keranjang belanjaannya. Padahal dia hanya akan membeli koyo kan?

Saat matanya tepat menangkap tulisan koyo, gadis itu segera berlari untuk mengambilnya, rasanya dia ingin cepat-cepat pulang dan membalas dendamnya pada Sooyoung. Tepat saat dia akan mengambil barang yang dicarinya, secara bersamaan ada seseorang yang akan mengambilnya juga. Seohyun kaget lalu menoleh ke sampingnya. Seohyun semakin kaget saat dilihatnya bahwa orang yang sedang sama-sama memegang koyo adalah seorang lelaki tampan (dan lelaki itu terlihat rapi). Saat dia menoleh, ternyata lelaki itu juga ikut menolehkan kepalanya. Mereka berpandangan untuk sesaat. Lelaki di hadapannya memandangnya dengan tatapan lurus dan tentu saja itu membuat Seohyun salah tingkah. Bayangan Sooyoung (dan rencana balas dendamnya) terlintas di benak Seohyun. Dengan segera Seohyun mengambil koyo yang sudah dipegangnya dari tadi.

“Ah badan ku rasanya mau remuk. Ah, leher ku…” Seohyun segera berjalan sambil memukul-mukul leher dan punggungnya yang sebenernya tidak sakit sama sekali. Gadis itu segera berlari sambil bergumam kecil karena malu.

**

Kyuhyun terus menatap kepergian gadis di hadapannya yang sedang berlari sambil memukul-mukul kepalanya. Tak lama pria itu terkekeh kecil.

“badan ku lebih sakit lagi.” Kekehnya sambil memijit lengan bagian atasnya. Kyuhyun berjalan ke kasir dan melihat gadis yang baru saja dia temui sedang berjalan keluar. Kyuhyun kembali memandangi punggung gadis itu yang perlahan menjauh.

“Tuan?” panggilan dari penjaga kasir membuat Kyuhyun tersadar. Sambil berdehem kecil pria itu mengeluarkan dompet dari dalam sakunya.

“Berapa?” tanyanya.

“1000 won.” Jawab sang penjaga kasir. Kyuhyun segera memberikan uangnya lalu berlari keluar. Menatap sekeliling, berharap gadis yang baru saja ditemuinya masih berada di sekitar minimarket itu. Saat tahu bahwa gadis itu sudah tidak ada, Kyuhyun menghembuskan nafasnya pelan.

**

Seohyun membuka pintu rumahnya dengan lesu.

“Nih barang yang kau titipkan!” Seohyun melemparkan koyo tepat di hadapan Sooyoung.

“Yeay! Terima kasih Seohyun ku!” Sooyoung tersenyum senang sambil membuka koyo yang baru saja Seohyun beri.

“Ya berterimakasihlah, aku tidak jadi menambahkan bubuk cabai di koyo mu!” Seohyun bergumam pelan sambil berjalan ke dapur.

“Apa?! Wah, benar-benar, kau jahat sekali! Sahabat mu sedang diambang kematian karena tubuh langsingnya sebentar lagi akan remuk dan kau mau menambahkan penderitaan ku?” Gadis jangkung itu komat-kamit tapi tangannya tetap sibuk menempelkan koyo.

“Aku tidak mau sahabat yang bau nenek-nenek!” balas Seohyun sambil melemparkan bantal yang ada di sofa.

Sooyoung mendesis sebal tapi akhirnya tersenyum karena dia sudah berhasil menempelkan koyonya.

“Lebih baik kau cepat memasak,” bisik Sooyoung di telinga Seohyun. Seohyun mendelik kesal.

“Ya Tuhan berilah aku kesabaran…” gumam Seohyun sambil berjalan pergi.

“Sana masak saja sendiri!” teriaknya sambil menendang bokong Sooyoung.

“Ya!” Sooyoung meneriaki Seohyun, tapi yang diteriakinya ternyata sudah berlari duluan sambil tertawa penuh kemenangan.

**

Kyuhyun masih bersandar di sofanya sambil memindah-mindahkan channel televisi di hadapannya. Walau tangannya terus bergerak memijit tombol remote yang sedang ia pegang tapi mata pria itu menunjukkan bahwa dia sedang tidak berniat untuk menonton. Pria itu tiba-tiba terdiam, dia kembali mengingat pertemuannya dengan Seohyun. Kyuhyun ingat betul bagaimana mata bulat gadis itu bisa menghipnotisnya. Mata itu bulat, begitu jernih, dan berbinar. Kyuhyun melempar remotenya kasar dan berjalan menuju kulkas.

“Ah jika sedang seperti ini mengapa aku cepat lapar?” gumamnya.

Tak lama bel rumahnya berbunyi. Kyuhyun berjalan menuju pintu dan melihat siapa yang datang lalu pria itu segera membukakan pintunya.

“Kau kan tahu passwordnya, kenapa haru memencet bel?” Kyuhyun kembali berlajan menuju kulkas.

“Hanya iseng agar kau bergerak saja,” jawab pria di belakangnya asal.

“Kau tidak lihat bahwa tulang ku sudah mau retak akibat bermain golf bersama dengan teman gila mu itu, Minho?” sungut Kyuhyun.

“Kau terlihat baik-baik saja. Setidaknya tulang kering dan tulang hidung mu tidak tertukar. Bayangkan jika mereka tertukar, hiiii…” Minho bergidik ngeri membayangkan bagaimana jika tulang hidung dan tulang kering Kyuhyun tertukar.

“Aku akan tetap tampan.” Jawab Kyuhyun santai sambil menendang kaki Minho yang sedang selonjoran di atas meja.

“Cih, tampan apanya. Padahal di ujung matanya mulai tampak kerutan,” Minho berbisik kecil.

Kyuhyun yang masih bisa mendengar kata-kata Minho, segera melemparkan bantal ke wajah orang di sampingnya itu.

“Wah! Hei Paman! Paman! Hati-hati pinngang  mu bisa encok!” teriak Minho sambil berlari menghindari serangan Kyuhyun.

“Si— Aaaa!! A! Pinggang ku!” Kyuhyun berhenti menyerang Minho, tangannya bergerak menyentuh pinggangnya yang sudah ditempel koyo.

“Hahahaah! Benar kan! Pinggang mu akan encok! Bahkan sekarang kau bau kakek-kakek!”

Kyuhyun meringis pelan, “Bagaimana manusia  ini bisa disebut sebagai sahabat disaat sahabatnya sedang sakit dan manusia ini malah menertawakan sahabatnya. Kau tidak akan bisa merasakan perut six pack mu lagi, Choi Minho..” desis Kyuhyun. Saat Minho tertawa puas, Kyuhyun segera menendang perutnya.

“Ya! Paman tua!” Minho memegang perutnya. Kyuhyun menatap Minho masih dengan tangannya yang memegang pinggangnya yang terasa sakit.

“Hahahaha, rasakan itu!” dengan penuh percaya diri (padahal masih menahan sakit), Kyuhyun tertawa penuh kemenangan.

**

Siang itu cuaca sangat panas. Seohyun berniat untuk membeli ice cream di tempat langganannya, café kecil yang terletak di ujung jalan. Seohyun menemukan tempat itu ketika dia sedang tidak tahan untuk buang air kecil dan benar-benar membutuhkan toilet, matanya melihat café kecil yang terletak di ujung jalan. Dengan terburu-buru gadis itu berlari ke dalam dan menanyakan kepada pelayannya apakah disini ada toilet apa tidak. Karena merasa tidak enak sudah menumpang untuk menggunakan toilet, akhirnya Seohyun membeli makanan disitu, dan ternyata ice creamnya sangat enak.

“Aku mau ice cream vanilla satu! Ah, dan untuk di bawa pulang, bukan untuk dimakan disini,” Seohyun tersenyum. Sang pelayan kaget melihat Seohyun.

“Ah, Seohyun, kau mengagetkan ku,” desis pelayan itu. “Tumben tidak dimakan disini?” tanyanya.

“Hahahaha maaf Soojung jika mengagetkan mu. Hm, aku ingin cepat pulang dan mandi. Cuaca benar-benar panas.” Jawab Seohyun sambil mengipas-ngipaskan gulungan kertas ke depan wajahnya.

“Ini pesanan mu,” Soojung memberikan satu cup ice cream kepada Seohyun.

Seohyun mengeluarkan selembar uang dan segera bergegas pergi.

“Hati-hati! Biasanya jika panas begini suka membawa sial!” teriak Soojung sambil melambaikan tangannya kepada Seohyun. gadis itu hanya terkekeh pelan mendengar peringatan Soojung.

“Apa hubungannya cuaca panas dengan kesialan, hahahahaha..” Seohyun tertawa sambil memakan ice creamnya tanpa melihat tiga orang pelajar sedang berlari ke arahnya.

“Permisi!” salah seorang pelajar itu menabrak Seohyun hingga ice cream yang dipegangnya terjatuh. Seohyun kaget dengan yang baru saja terjadi. Ice cream yang jatuh mengotori baju Seohyun yang berwarna putih. Belum sempat Seohyun melayangkan protes, para pelajar itu sudah kabur.

“Kalian! Para pelajar SMA disana!” teriak Seohyun kesal.

“Kalian harus meminta maaf atas perbuatan kalian! Hei!” lanjutnya.

“Maaf Ahjumma!” salah seorang dari mereka berbalik sambil tertawa.

Seohyun tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Ternyata yang dikatakan Soojung benar. Cuaca panas benar-benar membawa kesialan!

“Kaliaan! Kalian bahkan tidak tampan tapi berani tidak meminta maaf pada ku!” Seohyun terus berteriak kesal. Apa lagi baju putih yang sedang dikenakannya masih baru. Seohyun semakin kesal memikirkannya. Dengan rasa dendam Seohyun menendangkan kakinya ke udara, seolah-olah sedang menendang para pelajar tadi. Tapi karena terlalu bersemangat, tendangan itu malah menjadi senjata makan tuan untuknya. Entah bagaimana gadis itu bisa terpeleset hingga terjatuh dan sebelah sepatunya melayang di udara dan mendarat tak jauh dari tempatnya terjatuh.

Seohyun hampir menangis. Gadis itu bertanya-tanya mengapa kesialan tak henti-hentinya mendatanginya siang itu. Seohyun meringis antara kesal dan ingin menangis. Lalu gadis itu membuka matanya. Seohyun semakin kaget ketika melihat seorang pria sedang berdiri tepat di atas kepalanya. Seohyun hanya bisa menganga saat sadar pria itu mungkin sudah melihat seluruh kejadian yang baru saja dialaminya. Seohyun segera berdiri lalu berlari sambil menutupi wajahnya. Bahkan gadis itu lupa mengambil sepatunya. Setelah jauh berlari, Seohyun sadar bahwa dia meninggalkan sepatunya dan dari tadi dia berlari dengan menggunakan sebelah sepatu.

“Ah… sepatuku…” ringisnya pelan, “Aku harus kembali mengambil sepatu ku!” tekadanya. Gadis itu membalikkan badannya, tapi langkahnya terhenti.

“Tapi aku malu jika masih ada pria itu disana… ah.. apa yang harus aku lakukan…” Seohyun mendesah sedih. Tapi gadis itu mengepalkan tangannya dan menggelengkan kepalanya pelan.

“Tapi harga diri lebih penting dari pada sepatu. Jadi tidak apa-apa jika kau kehilangan sebelah sepatu dari pada harga diri!” Seohyun tersenyum bangga akan keputusannya. Gadis itu membalikkan badannya lagi, dan melepas sebelah sepatu yang masih dipakainya. Akhirnya gadis itu berjalan tanpa menggunakan alas kaki.

“Ah… kaki ku yang mulus…” gumam Seohyun sedih.

**

Kyuhyun masih kaget dengan apa yang baru saja terjadi. Pria itu bingung antara dia harus tertawa atau kasihan melihat kejadian tadi. Kyuhyun tertawa mengingat Seohyun yang marah sambil meneriaki bahwa ketiga pelajar itu sama sekali tidak tampan dan berani untuk tidak meminta maaf kepada gadis itu.

“Gadis yang hebat,” gumam Kyuhyun masih dengan senyumnya. Kyuhyun melihat sebelah sepatu berwarna hitam yang tergelatk di tengah jalan. Kyuhyun berjalan untuk mengambilnya.

“Bahkan dia lupa untuk mengambil sebelah sepatunya, hahahaha,” Kyuhyun tertawa sambil membersihkan debu di sepatu Seohyun. dengan tersenyum, Kyuhyun kembali berjalan untuk masuk ke mobil sambil menjinjing sebelah sepatu Seohyun.

**

Kyuhyun duduk di sofa sambil memandangi sepatu hitam di atas meja. Pria itu menopang dagunya sambil terus menatap sepatu di hadapannya dengan serius.

“Kau mau menjadi tukang sepatu?” suara seorang pria menyadarkan Kyuhyun.

“Tidak! Kalau dia jadi tukang sepatu pasti sepatunya tidak akan laku!” sambung seorang pria lagi.

Kyuhyun tidak menghiraukan gurauan kedua sahabatnya. Bahkan dirinya tersenyum ketika mengingat wajah kaget Seohyun.

“Lihat! Sekarang dia menjadi gila! Dia bersikap seolah-olah dia adalah Kim Joo Won dari Secret Garden!” seorang sahabatnya kembali berteriak.

“Kalian tahu tidak? Ada kejadian ketika seorang pria mendapatkan jika dia sedang terjebak tapi pria itu malah menikmatinya sambil tersenyum senang,” Kyuhyun mengoceh sambil tersenyum.

“Changmin, Minho, kalian tidak boleh menyentuh sepatu ini!” Kyuhyun memperingati kedua sahabatnya, lalu berlalu pergi sambil membawa sepatu itu ke dalam kamarnya.

Changmin dan Minho hanya bisa terdiam bingung melihat sahabatnya menjadi aneh.

“Apa mungkin dia dirasuki?” Changmin bertanya sambil bergidik ngeri.

“Dasar bodoh!” pukul Minho, “kalau dia dirasuki matanya akan memerah! Apa kau tidak pernah melihatnya di televisi?”

Changmin mengusap-usap dagunya pelan.

“Kau benar,” angguk Changmin.

“Apa mungkin kepalanya terbentur sehingga dia menjadi aneh?” Minho mencoba menerka-nerka.

“Dasar bodoh!” sekarang Changmin memukul Minho, “Kalau dia terbentur pasti ada luka!”

Mereka kembali diam sambil menggosok-gosok dagunya.

“Mengapa kita meributkan sesuatu yang tidak penting seperti ini?!!!” Changmin dan Minho akhirnya tersadar akan kebodohan mereka.

**

“Iya, aku sedang di luar. Aku terlalu tegang untuk menerima kabar baik.”

“Memangnya kenapa? Sana kau temui Changmin mu saja.”

“Tidak. Sudah, kututup ya teleponnya.” Seohyun memutuskan sambungan teleponnya. Gadis itu menghela napasnya pelan sambil berjalan. Seohyun merasa tidak tenang dari tadi. Pasalnya gadis itu sedang menunggu pesan yang menyangkut masa depannya. Tidak lama Seohyun merasakan telepon genggamnya berdering dari dalam saku hoodie yang sedang gadis itu pakai. Seohyun menghentikan langkahnya pelan dan kaget saat melihat siapa pengirim pesannya. Sebelum membuka pesan itu, Seohyun menarik nafasnya dalam-dalam, lalu menghembuskannya kembali. Dengan segenap keberanian, gadis itu menyentuh layar telepon genggamnya dan memilih menu ‘Open’. Seohyun komat-kamit saat membuka pesannya.

“Selamat, desain mu kuterima. Mulai besok kau bisa bekerja di butik ku.”

Itu lah isi pesannya. Seohyun terdiam, mencoba menahan rasa senangnya yang berlebihan. Tapi itu hanya bertahan 3 detik, karena tak lama gadis itu bersorak sambil melayangkan tangannya ke udara.

BUGH!

Teriakan Seohyun terhenti saat dirasanya jika tangannya sudah memukul sesuatu. Seohyun tidak berani berbalik ke belakang. Dia menahan nafasnya.

“Ah…” orang di belakangnya meringis kesakitan. Karena merasa tak enak, Seohyun memberanikan diri untuk berbalik.

Kyuhyun menutupi mata yang baru saja mendapat musibah. Pria itu meringis kesakitan. Seohyun kalang kabut saat melihat sepertinya korbannya merasa benar-benar kesakitan.

Dengan khawatir Seohyun bertanya, “Kau tidak apa-apa?”

Perlahan gadis itu mencoba melepaskan tangan Kyuhyun yang sedang menutup matanya. Seohyun meringis sambil menelan ludah saat melihatnya.

“Ma-maaf, aku benar-benar tidak sengaja.” Seohyun terus membungkuk sambil mengucapkan maaf karena merasa benar-benar tak enak.

“Sebentar, aku akan membelikan mu kompres dingin.” Seohyun bersiap berlari menuju supermarket ketika tangan Kyuhyun menahannya.

“Kau…” Kyuhyun menggantungkan kalimatnya. Dengan perlahan dia membuka sebelah matanya. Lelaki itu tersenyum penuh arti.

“Apa?” tanya Seohyun polos.

“Ini pertemuan ke-3 kita, Nona.” Kyuhyun semakin tersenyum penuh arti.

Seohyun masih tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh pria di hadapannya ini.

“Kau tidak ingat?” Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya. Ia kaget, wanita di hadapannya benar-benar lupa akan dirinya?

Kyuhyun tersenyum miring, “Koyo, ice cream dan jatuh, lalu sekarang….”

Seohyun membelalakkan matanya. Dirinya benar-benar malu saat ini. Bagaimana bisa dia lupa dengan dua kejadian itu. Seohyun menggigit bibir bawahnya, bingung harus bereaksi bagaimana.

Seohyun menyunggingkan senyum canggung, yang makin lama berubah menjadi cengir kuda. Gadis itu membalikkan badannya, berniat untuk lari karena dia benar-benar tidak tahu harus bagaimana.

“Hei,” Kyuhyun menarik cap hoodie milik Seohyun, “Setidaknya kau harus bertanggung jawab.” lanjut Kyuhyun sambil menunjukkan wajahnya yang memar.

**

Seohyun menoleh ke kanan dan ke kiri dengan canggung. Pasalnya pria di hadapannya ini dari tadi terus memandangi dirinya. Seohyun bingung, apakah wajahnya aneh? Apakah hidungnya seperti hidung kera? Atau matanya seperti mata ikan? Seohyun terus bertanya-tanya.

“Kau tidak meminum minuman mu…..” Kyuhyun menekan-nekan sedotannya, merasa bingung harus memanggil Seohyun apa.

“Seo Joo Hyun, atau panggil saja Seohyun.”

“Ah, Seohyun, kau tidak meminum minuman mu? Aku sudah repot-repot mengeluarkan uang ku untuk membeli minuman itu lho..” Kyuhyun bertanya dengan nada kecewa.

“Ah, iya, maaf. Hanya saja tenggorokan ku sedang sakit.” Seohyun pura-pura sedang flu. Dengan perasaan tidak enak gadis itu menyeruput minuman yang dipegangnya.

Kyuhyun sekeras mungkin mencoba untuk menahan tawanya, jadi pria itu hanya bisa mengulum senyum.

Seohyun merasa kesal, dari tadi Kyuhyun hanya diam memandanginya, tapi saat gadis itu ingin menebus kesalahannya dengan membelikan Kyuhyun obat dan membayar pesanan minumannya, pria itu malah menolaknya. Dan sekarang Seohyun tahu bahwa Kyuhyun sedang menahan tawanya.

“Silakan jika kau ingin tertawa, aku tidak melarang mu.” ketus Seohyun. Kyuhyun yang memang tidak bisa menahan tawanya, akhirnya tertawa keras.

Seohyun mendengus kesal, “Sudahlah. Aku tidak peduli, aku akan menebusnya dengan membelikan mu obat. Karena sepertinya otak mu benar-benar membutuhkan obat!”

Kyuhyun menghentikan tawanya dan kembali diam memandang Seohyun. Gadis itu tentu risih karena Kyuhyun terus memandangnya seperti itu. Tapi untuk sesaat mata mereka beradu, keduanya sama-sama terdiam. Suara di sekitarnya perlahan menghilang, hanya terdengar alunan lagu Stay milik Savina & Drones. Seohyun masih terhanyut dengan tatapan Kyuhyun sampai akhirnya dia yang duluan tersadar ini akan salah jika terus berlanjut. Gadis itu segera beranjak dari tempat duduknya untuk membeli obat. Tetapi lagi-lagi Kyuhyun menahannya.

“Aku ada penawaran bagus sebagai ganti penebusan mu,” mata Kyuhyun kembali menatap Seohyun.

Seohyun menggerakkan kepalanya, tidak mengerti.

“Sepatu mu ada pada ku.” lanjut Kyuhyun.

Seohyun bermaksud ingin menjawab perkataan Kyuhyun, tapi gadis itu kembali mengatupkan mulutnya.

“Jika kau setuju, aku akan menganggap tidak ada kejadian aneh yang menimpa kita dan sepatu mu akan kukembalikan.”

Seohyun merasa tertarik dengan ide Kyuhyun.

“Kau harus ada jika aku membutuhkan mu sampai mata ku sembuh, bagaimana?”

TBC

 

Hahahaha halloo comeback setelah sekian lama. Aku tuh orangnya bosenan dan kalo bikin cerita harus menurut mood. Jadi maaf banget banget banget buat utang ff aku yang masih banyak dan menggunung (nangis). Sekarang aku bawa ff lagi dan mudah-mudahan bisa sampe tamat ya (karena aku kebiasaan mutus di tengah jalan) (KEBIASAAN JELEK T-T). jadi ceritanya kemarin aku baru nonton drama dan bikin aku mau buat ff hehehehe dan kebetulan aku udah selsai UN jadi banyak waktu buat nulis ^^ buat yang baca doain aku buat hasil UN dan SNMPTN undangan ya T-T #numpang dan doain biar cepet tobat dari kebiasaan mutus dan bisa lanjut heheheheeh ^^ dan aku gak pernah bosen bilang kalo aku sangat menghargai comment kalian, jadi jangan bosen2 buat comment ya 😀

Advertisements

3 thoughts on “(Fanfiction) Stay

  1. Anyeong….aku baru pertama kali main ke blog ini
    saeng,,dan langsung baca ff ini pertama kali. Keren ff nya,
    lanjutin ya, suka konfliknya ringan, kyk komedi romantis di
    drama-drama korea, kocak waktu seo marah sm anak2 SMA yg nabrak
    dia, trs dg bergaya nendang ke udara malah jatuh tersungkur, jdi
    ngebayangi adegan yoon eun hye di princess ours waktu di sekolah
    dia mau nendang shin taunya malah jatuh,,hahahaha 😀 . Seo sama kyu
    selalu ketemu ya, jodoh itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s